Minggu, 29 Juli 2018

Tugas M1 KB3


Tugas Terstruktur
1.   Susunlah rancangan pembelajaran dengan memperhatikan keterampilan belajar abad 21 berdasarkan kondisi riil sekolah!

DESAIN PEMBELAJARAN

Sekolah
:
SMAN 6 Kabupaten Tangerang
Mata Pelajaran
:
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelas / Semester
:
XI / Genap
Kompetensi Dasar
:
1.1 Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak Pengolah Angka
Indikator
:
Menjelaskan pengertian perangkat lunak Pengolah Angka
Materi Pokok
:
Menu dan ikon aplikasi dalam perangkat lunak Pengolah Angka
Pertemuan Ke
:
1 (satu)
Alokasi Waktu
:
1 X 45 Menit (1 JP)



A.   Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran peserta didik diharapkan dapat menjelaskan pengertian perangkat lunak Pengolah Angka.
B.   Materi Pembelajaran
Pengertian perangkat lunak Pengolah Angka, serta aplikasi perangkat lunak Pengolah Angka.
C.   Strategi Pembelajaran
1.    Pendekatan    : Saintifik
2.    Model                : Demonstration method
3.    Metode             : Praktikum
D.  Media Pembelajaran
1.    Media                                : Aplikasi pengolah grafis
2.    Alat                     : Laptop, LCD Projector
E.   Sumber Belajar
1.    Buku Panduan Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK 2) Untuk SMA Kelas XI Edisi Kedua.Jakarta.Yudhistira: 2017
2.    File gambar yang relevan dari internet dan aplikasi

 F.    Kegiatan Pembelajaran
Sintaks
Deskripsi
Keterampilan Abad 21
Stimulation
(Stimulasi/Pemberian
Rangsangan)
Peserta didik diminta untuk mengamati dan memperhatikan demonstrasi guru.

Problem Statement
(Pertanyaan/Identifikasi Masalah)
Peserta didik kemudian diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai  berikut:
1.    Apakah yang anda ketahui tentang perangkat lunak Pengolah Angka
2.    Apakah aplikasi yang sesuai untuk perangkat lunak Pengolah Angka

Peserta didik kemudian diminta untuk merumuskan hipotesis
Critical Thinking and Problem Solving
Data Collection
(Pengumpulan Data)
Peserta didik secara berkelompok mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti internet dan aplikasi garfik secara langsung, guna menjawab pertanyaan dan mendukung hipotesis yang telah diajukan
Collaborative,
Creative and Inovative
Data Processing
(Pengolahan Data)
Peserta didik mengolah informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam laporan hasil secara langsung.
Communication
Verifikasi data
(Pembuktian)
Peserta didik berdiskusi secara berkelompok dan mempraktikan secara langsung materi yang telah didemonstrasikan.
Communication, Collaborative

Generalization
(Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
Peserta didik menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan memperoleh pengetahuan baru dari hasil demonstrasi dan praktikum yang dilaksanakan secara mandiri.



2. Konsep Penilaian Pembelajaran Di Abad 21
Jika selama ini kegiatan penilaian identik dengan kegiatan pengukuran terhadap penguasaan pengetahuan atau lebih berorientasi pada hasil, maka pada abad 21 paradigma penilaian telah bergeser menuju ke arah yang lebih komprehensif, yakni tidak hanya mengukur hasil belajar pada aspek pengetahuan semata melainkan terhadap seluruh aspek kompetensi (sikap, pengetahuan dan keterampilan). Selanjutnya, jika penilaian konvensional dilaksanakan secara terpisah dengan kegiatan pembelajaran, maka pada abad 21 kegiatan penilaian dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian yang demikian kemudian kita kenal sebagai penilaian autentik, yang merupakan benchmark bagi kegiatan penilaian pada pembelajaran abad 21.

Selanjutnya dalam rangka menambah benefit dari kegiatan penilaian terhadap pembelajaran. Penilaian abad 21 diharapkan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Penilaian untuk pembelajaran bermakna bahwa kegiatan penilaian ditujukan untuk memberikan feedback yang diperlukan untuk memperbaiki pembelajaran. Sedangkan penilaian sebagai pembelajaran bermakna bahwa kegiatan penilaian diharapkan akan membangkitkan kesadaran siswa untuk mau merefleksi kelebihan serta kekurangan mereka dalam proses pembelajaran sehingga memacu semangat mereka untuk lebih optimal dalam pembelajaran.

2. Konsep Penilaian Pembelajaran Di Abad 21
Jika selama ini kegiatan penilaian identik dengan kegiatan pengukuran terhadap penguasaan pengetahuan atau lebih berorientasi pada hasil, maka pada abad 21 paradigma penilaian telah bergeser menuju ke arah yang lebih komprehensif, yakni tidak hanya mengukur hasil belajar pada aspek pengetahuan semata melainkan terhadap seluruh aspek kompetensi (sikap, pengetahuan dan keterampilan). Selanjutnya, jika penilaian konvensional dilaksanakan secara terpisah dengan kegiatan pembelajaran, maka pada abad 21 kegiatan penilaian dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian yang demikian kemudian kita kenal sebagai penilaian autentik, yang merupakan benchmark bagi kegiatan penilaian pada pembelajaran abad 21.


Selanjutnya dalam rangka menambah benefit dari kegiatan penilaian terhadap pembelajaran. Penilaian abad 21 diharapkan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Penilaian untuk pembelajaran bermakna bahwa kegiatan penilaian ditujukan untuk memberikan feedback yang diperlukan untuk memperbaiki pembelajaran. Sedangkan penilaian sebagai pembelajaran bermakna bahwa kegiatan penilaian diharapkan akan membangkitkan kesadaran siswa untuk mau merefleksi kelebihan serta kekurangan mereka dalam proses pembelajaran sehingga memacu semangat mereka untuk lebih optimal dalam pembelajaran.


Tugas M1 Kb2


A.  Tugas Terstruktur
Contoh konkret dari sumber referensi yang ada di buku maupun jurnal tentang peran guru di era digital abad 21 sesuai Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational Technology Standards for Teacher)/NETS-T!

Judul Artikel
:
Pengembangan Portal E-Learning berbasis Schoology pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMPN 1 Banjarangkan
Penyusun
:
Kade Ferry Apriyana, Nyoman Wirya, Desa Putu Parmiti
Diterbitkan di
:
Jurnal EDUTECH Undisksha
Isi Jurnal
:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rancangan pengembangan portal e-learning berbasis schoology terdiri dari tiga fase yakni fase analisis kebutuhan, fase desain, serta fase pengembangan dan implementasi; (2) hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran berada kualifikasi baik (88%), hasil evaluasi ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (88%), hasil evaluasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil uji perorangan berada pada kualifikasi sangat baik(92%), hasil uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (87,8%) dan hasil uji lapangan pada kualifikasi sangat baik (95,1%). (3) Perhitungan hasil uji efektivitas diperoleh nilai rerata pre-tes (54,33) lebih kecil dari nilai post-tes (80,33) dan terhitung (20.800) lebih besar dari harga ttabel (2.000) pada taraf signifikan 5% sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini bearti terdapat perbedaan antara hasil belajar IPS sebelum dan sesudah menggunakan portal berbasis schollogy.
Analisis Peran Guru berdasarkan Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru
:
Berdasarkan hasil analisis, Portal E-Learning berbasis schoology efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015.







B.  Tugas Mandiri
Jawablah pertanyaan soal latihan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1.   Apa saja bentuk pemanfaatan teknologi dan media informasi yang Andalakukandi kehidupan sehari-hari dalam pembelajaran abad 21? Coba jelaskan secara singkat!
2.   Berilah contoh konkret pemanfaatan teknologi dan media informasi pada pembelajaran abad 21?
3.   Berikan ilustrasi akan pesatnya kemajuan pemanfaatan teknologi dan media informasi yang sudah Anda laksanakan pada pembelajaran abad 21?
4.   Sebutkan dan jelaskan beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan guru untuk menunjukkan potensinya terkait tugas dan perannya di era digital abad 21!
5.   Sebutkan dan jelaskan peran guru di era digital abad 21 sesuai Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational Technology Standards for Teacher)/NETS-T!

Jawaban Tugas Mandiri:
A.    Bentuk pemanfaatan teknologi dan media informasi yang dilakukan dalam pembelajaran, antara lain:
a.   Interactive tools atau media peralatan interaktif, Peserta didik memanfaatkan internet melalui wifi di lingkungan sekolah dan atau di rumah. Peserta didik memanfaatkan internet untuk memperoleh informasi mengenai pembelajaran, penyelesaian tugas-tugas hingga mengerjakan soal-soal evaluasi.
b.   Interacting with others (berinteraksi dengan orang lain), Penggunaan media komputer berbasis internet memudahkan peserta didik untuk mencari sumber belajar dimanapun dan kapanpun. Peserta didik dapat menggunakan Smartphone, PC Tablet ataupun laptop yang terhubung dengan saluran internet dapat digunakan untuk mengirim pesan berupa video, pesan suara, dan animasi. Pada prakteknya, peserta didik bisa membentuk kelompok belajar virtual melalui aplikasi whatssapp atau telegram untuk berdiskusi dan berbagi informasi mengenai pembelajaran.
B.    Beberapa contoh konkret pemanfaatan teknologi dan media informasi pada pembelajaran abad 21, antara lain:
a.   Pemanfaatan mesin pencari seperti google dan yahoo sebagai salah satu sumber informasi untuk pembelajaran;
b.   Pemanfaatan software microsoft office powerpoint, adobe flash, dan mind mapp untuk membuat media pembelajaran interaktif;
c.   Pemanfaatan Blog pembelajaran (http://iwansmtri.blogspot.com), blog pendidikan yang berisikan materi pembelajaran serta latihan soal sebagai salah satu sumber pembelajaran; dan
d.   Pembuatan soal-soal pembelajaran online dengan memanfaatkan layanan google form dan aplikasi wondershare quiz creator.
C.   Ilustrasi akan pesatnya kemajuan pemanfaatan teknologi dan media informasi yang sudah dilaksanakan pada pembelajaran abad 21?
Related image














D.   Beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan guru untuk menunjukkan potensinya terkait tugas dan perannya di era digital abad 21 adalah sebagai  berikut :
·         Interactive Instruction (Pembelajaran Interaktif)
Pembelajaran ini menunjukkan bahwa kegiatan seorang guru di era digital berisi presentasi yang kaya akan media interaktif. Sebagai contoh kegiatan Forum diskusi secara secara langsung yang membahas topik yang sedang trend saat ini.
·         Personal Response System (PRS)
PRS merupakan sebuah keypad wireless (tanpa kabel) seperti remot TV yang mentransmisikan respon dari siswa. Karena setiap PRS ditugaskan kepada siswa untuk mencatat tanggapan mereka terhadap pilihan ganda atau pertanyaan ya / tidak. Ketika fasilitator (seperti guru atau dosen) mengajukan pertanyaan pilihan ganda atau ya / tidak, siswa menekan tombol pada perangkat genggam yang sesuai dengan jawaban yang dimaksudkan. Semua jawaban siswa direkam dan dianalisis, dan dapat ditampilkan di layar komputer fasilitator sebagai histogram yang mudah dibaca. Sistem juga dapat diprogram untuk menampilkan identitas responden yang pertama kali menekan tombol yang sesuai dengan jawaban yang benar setelah pertanyaan diajukan.
.
·         Mobile Assessment Tools
Sumber komputasi seluler (mobile computing resources) memungkinkan Selama sesi pelatihan praktis, guru mengisi formulir penilaian digital, yang kemudian dikirimkan situs web mobile ke sistem portofolio yang terkait. Jika tidak ada sistem yang terkait, PDF dengan informasi penilaian dikirim.

·         Community of Practice (Komunitas Praktik)
Guru di era digital juga berpartisipasi dalam kegiatan community of practice (COP), dimana kelompok guru atau pendidik yang mempunyai tujuan sama dari seluruh penjuru dunia saling berbagi ide dan sumber daya. Interaksi berbasis internet ini memungkinkan guru untuk berkolaborasi maupun bertukar gagasan dan materi

E.    Peran guru di era digital abad 21 sesuai Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational Technology Standards for Teacher)/NETS-T!
Standar
Deskripsi
Memfasilitasi dan Menginspirasi Pembelajaran dan Kreativitas Siswa.
Guru menggunakan pengetahuan mereka tentang materi pelajaran, pengajaran dan pembelajaran, dan teknologi untuk memfasilitasi pengalaman yang memajukan pembelajaran siswa, kreativitas, dan inovasi baik di lingkungan tatap muka dan virtual.
Merancang dan Mengembangkan Pengalaman dan Penilaian Pembelajaran Digital-Age.
Guru merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi pengalaman belajar otentik dan penilaian yang menggabungkan alat dan sumber daya kontemporer untuk memaksimalkan pembelajaran konten dalam kontak dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diidentifikasi dalam NETS-S.
Model Kerja dan Belajar Digital-Age.
Guru menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan proses kerja yang mewakili profesional inovatif dalam masyarakat global dan digital.
Mempromosikan dan Model Digital Citizenship dan Tanggung Jawab
Guru memahami masalah dan tanggung jawab sosial lokal dan global dalam budaya digital yang berkembang dan menunjukkan perilaku



Tugas Modul 1 Kb 1


Tipologi atau profil guru ideal yang sesuai dengan karakteristik guru abad 21

I.       Pendahuluan
Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat global, juga berkembang sebagaimana alur linieristik tersebut, setidaknya dari sudut pandang pemerintah sejak era Orde Baru. Akan tetapi pada kenyataannya kondisi masyarakat Indonesia tidak sama dengan perkembangan pada masyarakat Barat yang pernah mengalami era pencerahan dan masyarakat industri. Perkembangan masyarakat Indonesia faktanya tidak secara linier, tetapi lebih berlangsung secara pararel. Artinya, ada masyarakat yang hingga fase perkembangannya sekarang masih menunjukkan masyarakat primitif, ada yang masih agraris, ada yang sudah menunjukkan karakter sebagai masyarakat industrial, dan bahkan ada yang memang sudah masuk dalam era digital. Semuanya kategori karakter masyarakat tersebut faktanya berkembang tidak secara linier, tetapi berlangsung secara pararel.
Oleh karena itu, meskipun era digital sudah begitu marak yang ditandai oleh makin luasnya jangkauan internet; namun demikian ada juga masyarakat yang masih belum terjangkau internet, dan bahkan masih berupa wilayah blank spot. Kondisi seperti itu juga berimplikasi terhadap perkembangan pelayanan pendidikan, sehingga juga berkonsekuensi terhadap karaktiristik guru dan siswanya, meskipun sudah berada dalam abad 21. Sekolah, guru, dan siswa di daerah perkotaan memang sudah terkoneksi jaringan internet, tetapi untuk daerah pedesaan masih ada juga yang belum terambah oleh fasilitas internet, dan bahkan ada pula wilayah yang sama sekali belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi. Akan tetapi pada abad 21 sekarang ini masyarakat Indonesia memang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dengan era digital.
Abad ke-21 adalah abad yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa disegala bidang. Pada abad ini, terutama bidang Information and Communication Technology (ICT) yang serba sophisticated membuat dunia ini semakin sempit. Karena kecanggihan  teknologi ICT  ini beragam informasi dari berbagai sudut dunia  mampu diakses dengan instant dan cepat oleh siapapun dan dari manapun. Komunikasi antar personal dapat dilakukan dengan mudah, murah kapan saja dan di mana saja.
kemajuan Information and Communication Technology dan beragam dampak positif negatifnya, semakin kompleksnya permasalahan manusia, dan kita berada pada era kompetitif yang semakin ketat pada abad ke-21 ini, dibutuhkanlah persiapan yang matang dan mantap baik konsep maupun aplikasinya untuk membentuk sumber daya manusia (human resources) yang unggul. Dan yang paling bertanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul adalah lembaga-lembaga pendidikan di mana guru sebagai unsur yang berperan paling dominan dan menentukan. Hal inilah yang membuat guru memikul tanggung jawab yang tidak ringan  dalam upaya peningkatan sumber daya manusia.
Terkait dengan perkembangan abad 21 ini tentu menuntut adanya pola pembelajaran pada lembaga pendidikan sehingga penulis membatasi permasalahan pada karakteristik siswa abad 21 yang berangkat dari kondisi riil yang dihadapi sehari-hari pada sekolah di tempat saya mengajar.

II.      Pembahasan
A.    Karakteristik Guru Abad 21
Menurut Ketua Divisi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Smart Learning Center, Richardus Eko Indrajit mengatakan, guru harus mulai dibiasakan untuk merasakan pembelajaran digital yang terus berkembang. Sebab, penggunaan teknologi dalam pembelajaran berguna untuk memfasilitasi pembelajaran yang berkualitas. Buku bisa digantikan dengan teknologi. Konten pembelajaran sudah tersedia di internet. Namun, tetap ada peran guru yang tidak bisa digantikan. Di sinilah kita harus memperkuat guru sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk dapat memanfaatkan sumber belajar yang beragam. Oleh karena itu karakteristik guru dalam abad 21 antara lain:
1.      Guru disamping sebagai fasilitator, juga harus menjadi motivator dan inspirator.
2.      guru mampu mentrasformasikan diri dalam era pedagogi siber atau era digital, adalah tingginya minat baca
3.      Guru pada abad 21 harus memiliki kemampuan untuk menulis. Mempunyai minat baca tinggi saja belum cukup bagi guru, tetapi harus memiliki keterampilan untuk menulis
4.      Guru abad 21 harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode belajar atau mencari pemecahan masalah-masalah belajar, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis TIK
5.      Guru abad 21 di tengah pesatnya perkembangan era teknologi digital, bagaimanapun harus mampu melakukan transformasi kultural. Karena itu transformasi mengandaikan terjadi proses pergantian dan perubahan dari sesuai yang dianggap lama menjadi sesuatu yang baru.
Abad 21 menuntut peran guru yang semakin tinggi dan optimal. Sebagai konsekuensinya, guru yang tidak bisa mengikuti perkembangan alam dan zaman akan semakin tertinggal sehingga tidak bisa lagi memainkan perannya secara optimal dalam mengemban tugas dan menjalankan profesinya.

B.     Karakteristik Siswa Abad 21
Bagaimana karakteristik siswa abad 21 dalam suatu proses pembelajaran berbasis web? Semua sepakat bahwa siswa jaman sekarang atau yang sedang populer disebut sebagai siswa zaman now, adalah berbeda dengan karakteristik siswa jaman dulu. Jika dahulu siswa praktis hanya memiliki peluang belajar pada lembaga sekolah, tetapi sekarang sumber belajar ada di mana-mana dan bahkan terbawa ke mana-mana. Melalui smartphone berbasis android misalnya, siswa jaman sekarang bisa dengan mudah belajar sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah mesin pencari yang begitu populer, yaitu google, siswa sekarang bisa mendapatkan berbagai informasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Sudah tidak diragukan lagi, bahwa perilaku belajar siswa sekarang, sangat bergantung atau bahkan mengga ntungkan diri pada mesin pencari google itu.
Jika ada pertanyaan keahlian apa yang diperlukan oleh siswa pada era abad 21? Menurut Bernie Trilling dan Charles Fadel (2009), dalam bukunya berjudul 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times, mengidentifikasi ada beberapa kecakapan yang harus dimiliki oleh generasi abad 21 mencakup nilai dan perilaku seperti rasa keingintahuan tinggi, kepercayaan diri, dan keberanian. Keterampilan dan kecakapan abad 21 mencakup tiga kategori utama, yaitu:
1.      Keterampilan belajar dan inovasi: berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam komunikasi dan kreativitas kolaboratif dan inovatif.
2.      Keahlian literasi digital: literasi media baru dan literasi ICT.
3.      Kecakapan hidup dan karir: memiliki kemamuan inisiatif yang fleksibel dan inisiatif adaptif, dan kecakapan diri secara sosial dalam interaksi antarbudaya, kecakapan kepemimpinan produktif dan akuntabel, serta bertanggungjawab.

III.    Penutup
·           Kesimpulan
Dari bahasan di atas bisa di simpulkan bahwa :
-          Karakteristik siswa abad 21 di tempat saya bertugas belum sepenuhnya memenuhi  keahlian yang diperlukan oleh siswa abad 21, karena mereka masih perlu diberikan pancingan untuk berpikir kritis. Dan juga kondisi kultur budaya masyarakat sekitar yang belum modern. Hanya sebagian saja yang sudah memenuhi karakteristik siswa abad 21. Seperti kemampuan mereka untuk membuat karya yang memberikan inspirasi terhadap siswa lainnya dengan membuat karya dengan media teknologi IT.

-          Jenjang kompetensi TIK yang sebaiknya dimiliki oleh seorang pengajar atau guru abad 21 salah satunya adalah melek TIK (ICT literate). Ciri-ciri utama seorang guru yang melek TIK ialah guru yang menggunakan TIK secara tepat, berdasarkan kebutuhan belajar, kompetensi, karakteristik isi atau mata ajar, ketersediaan sarana. Selanjutnya ia mampu mensinergikan kompetensi ini dalam penyajian di kelas konvensional, yaitu bersama dengan peserta didik menggunakan TIK untuk proses belajar dan mengajar. Adapun guru yang mahir meggunakan TIK dapat menjadi guru TIK, yaitu menularkan perilaku positif dan mengintegrasikannya dalam materi ajar TIK serta menumbuhkan kesadaran dalam berinternet sehat, misalnya ia dapat menjelaskan bagaimana mengakses jejaring sosial sekaligus memanfaatkannya untuk diskusi suatu mata ajar tertentu. Oleh karena itu, setelah guru memiliki karakteristik yang sesuai dengan tuntutan abad 21 yang serba digital, maka seorang guru juga perlu mempunyai kompetensi di bidang perancangan atau desainer pembelajaran.
-          Siswa pada abad 21 juga perlu memiliki berbagai karakteristik yang dituntut dalam era digital, yang semuanya memang harus dilandasi oleh sikap keingintahuan tinggi dan kehendak untuk maju dan progresif. Di atas itu semua, dalam era digital dalam masyarakat jejaring sekarang ini adalah kemampuan belajar mandiri. Jadi siswa zaman now mau tidak mau harus memiliki kemampuan belajar mandiri, karena media baru telah menyediakan berbagai informasi yang begitu melimpah. Jika sudah memiliki kemampuan belajar mandiri, maka pemanfaatan fasilitas belajar berbasis web yang bersifat serba digital.


Tugas Analisis Video Modul 1


Tugas Analisis Video
Dari video tersebut bisa di analisa karateristik guru dan siswa pada pembelajaran tersebut adalah :
1. Secara konseptual guru sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional agar mampu menghadapi tantangan abad 21. Guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan memiliki kompetensi-kompetensi antara lain kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial yang kualifaid.
2.  Pandangan konstruktivis mengatakan bahwa belajar adalah sebuah kegiatan sosial kultural: bahwa pengetahuan bersifat agak personal, bahkan pelajar mengkonstuksikan makna melalui interaksi dengan orang lain
3.   Pengajaran efektif membutuhkan pemikiran yang seksama dan reflektif tentang apa yang dikerjakan guru dan efek tindakannya pada pembelajaran sosial dan akdemik siswa
4.   Guru-guru terbaik menunjukkan kepedulian terhadap siswanya dan merasa bertanggung jawab atas pembelajaran mereka
5.    Tujuan akhir mengajar adalah membantu siswa agar dapat menjadi pelajar yang mandiri dan self regulated.
6.    Pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa (student center) sebagaimana yang dianjurkan selama ini adalah suatu keharusan. Murid harus dipandang sebagai subyek aktif yang memiliki daya seleksi dan daya interpretasi, serta daya kreasi tinggi terhadap topic apa yang diangkat dalam suatu proses pembelajaran. Pendekatan ini bukan berprinsip benar atau salah, tetapi prinsipnya bagaimana mengembangkan kemampuan bernalar dan berargumentasi siswa. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran konstruktivistik seperti pembelajaran kooperatif, metode diskusi, curah pendapat, dan debat perlu diintensifkan, sehingga melatih siswa memiliki kemampuan bertanya dan tidak takut bertanya dalam upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
7.    Keterampilan dan kecakapan siswa abad 21 mencakup tiga kategori utama, yaitu:
·   Keterampilan belajar dan inovasi: berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam komunikasi dan kreativitas kolaboratif dan inovatif.
·        Keahlian literasi digital: literasi media baru dan literasi ICT.
·       Kecakapan hidup dan karir: memiliki kemamuan inisiatif yang fleksibel dan inisiatif adaptif, dan kecakapan diri secara sosial dalam interaksi antarbudaya, kecakapan kepemimpinan produktif dan akuntabel, serta bertanggungjawab.
8.    PBK (pembelajaran berbasis komputer) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer sebagai piranti sistem pembelajaran individual, dimana siswa dapat berinteraksi langsung dengan sistem komputer yang sengaja dirancang atau dimanfaatkan oleh guru. Kontrol pembelajaran dalam pembelajaran berbasis komputer sepenuhnya ada ditangan siswa (student center), karena pembelajaran berbasis komputer menerapkan pola pembelajaran bermedia, yaitu secara utuh sejak awal hingga akhir menggunakan piranti sistem komputer (CD interaktif).
9.    Prinsip pembelajaran berbasis komputer :
·           Berorientasi pada tujuan pembelajaran
Dalam mengembangkan pembelajaran berbasis komputer harus berorientasi pada tujuan pembelajaran baik kepada standar kompetisi, kompetensi dasar, dan indikator yang harus dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran.
·         Berorientasi pada pembelajaran individual
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer dilakukan secara individual oleh masing-masing siswa dilaboraturium komputer.
·         Berorientasi pada pembelajaran mandiri
Pembelajaran berbasis komputer bersifat individual, sehingga menuntut pembelajaran secara mandiri.
·         Berorientasi pada pembelajaran tuntas
Keunggulan pembelajaran berbasis komputer adalah penerapan prinsip belajar tuntas atau mastery learning.